Perjalanan yang tak pernah terencana

1/26/2017 0
Siang itu gue pergi makan bareng Tia. Makan siang menjadi tempat temu kangen kita setelah pulang dari kegiatan kampus masing-masing. Pagi harinya gue masih harus dengerin kuliah dari dosen yang ngebosenin banget, dan Tia harus menyelesaikan destilasi larutan yang menjenuhkan pula.

Selama perkuliahan pun gue hampir selalu memperhatikan ponsel. Sesekali gue chat Tia, sedang apa, yang seharusnya ga perlu lagi gue tanyain. Tak jarang gue buka need for speed biar waktu cepat berlalu dan langsung ketemu Tia.

Akhirnya dosen mengakhiri perkuliahan dengan sebuah kalimat, "ada pertanyaan?". Lalu serentak semua orang di kelas berteriak, TIDAAAK. Momen yang selalu ditunggu mahasiswa lainnya. Segera gue bergegas memasuki buku dan pulpen yang gue gunakan sebagai kamuflase kalau tiba-tiba dosen ngetes konsentrasi kita. 

Gue dan Tia pergi ke tempat makan favorit, mungkin karena seringnya kesana. Menu yang ditawarkan lumayan murah untuk kantong mahasiswa seperti kita. Ayam kosek jadi menu yang sering dipesan oleh kita berdua. Sambel ijo menutupi ayam goreng panas selalu jadi santapan siang kita, ditambah es teh manis penyegar terik matahari siang ini.

Percakapan dimulai dengan saling menanyakan kabar pagi hari yang cukup membosankan. "Gimana tadi destilnya? dapet berapa botol?" tanya gue setelah meneguk es teh manis. Tia yang tampak lelah pun meneguk sedikit, lalu menjawab lirih, "baru satu botol, n-heksan emang lama destilasinya".
Ngobrol dengan Tia menjadi momen paling menyenangkan. Apalagi saat dia mulai cerita penjang lebar dan gue cuman mendengar asik sambil memandangi wajah lucunya itu. Ga lama pesanan pun datang. Sambel ijo ayam kosek ini selalu membuat gue terlihat ngos-ngosan, keringet segede biji jagung mengalir deras dari kening gue. Dengan sigap Tia selalu memberikan tisu buat ngelap keringet gue. 

Setelah perut kenyang terisi, Tia harus kembali melanjutkan destilasinya dan gue segera mengantarkannya kembali ke lab. Gue yang tidak ada kegiatan lagi disiang hari, biasa menemani Tia ngelab, tapi kali ini gue disuruh pulang. Entah kenapa dia rada males gue temenin saat dia berkutat dengan tabung-tabung kaca. Tanpa mikir panjang gue langsung cabut ke kosan. "Mungkin dia bosan gue terlalu sering nemenin dia di lab", pikir gue saat itu.

Kamar gue yang menjadi sejuk tiba-tiba karena panasnya siang itu. Gue lekas ganti baju dan tiduran sejenak menikmati ademnya kamar gue ini. Siang hari biasanya gue habiskan dengan main adventure quest  dan sambil mendengarkan alunan musik akustik. 

Terdengar bunyi dari hape gue yang menandakan pesan dari Tia. Kabar dari dia membuat gue kaget. Dia mengajak gue pergi ke Jogja Sabtu ini bersama teman gengnya, geng PizzaHot. Tia pun menceritakan kejenuhannya dengan Tugas Akhir dan rambutnya yang mulai rontok ga biasanya. Gue mengetahui hal itu cukup sedih, sesekali lah kita refreshing. Akhirnya kita mendadak liburan ke Jogja tanpa persiapan duit yang banyak dan destinasi yang jelas.

source image: wikimedia, deviantart

Main ke Rumah Pacar

1/26/2017 0
Rencananya gue mau pulang ke cilegon, tapi biar asik gue pulang berdua bareng tia. Karena ga jauh-jauh banget ke cilegon dari rumahnya tia di bogor. Alamat rumahnya ambigu, perbatasan jkt-bks-bgr, tapi jelas sih di kab. Bogor.

Awalnya sih gue deg-degan ketemu ortunya tia, tapi karena sudah kedua kalinya, gue udah mulai terbiasa. Pertemuan pertama gue waktu itu di purwokerto. Selanjutnya gue langsung ke rumah tia, seneng dan penuh harap. Ya semoga gue bisa diterima mereka.

Sejauh ini dari komentar tia sendiri, ortunya positif ke gue. Hhe. Menurut gue yang perlu lo siapkan sebelum ketemu camer,

1. Siapkan mental
 
Pastinya, apa lagi untuk yang pertama kali ketemu. Tarik nafas dalam-dalam, buat diri lo serileks mungkin. Dengan begitu lu bisa nyaman ketemu mereka.

 2. Pake pakaian paling keren menurut lo
Pake baju yang bikin lo ganteng pastinya nambah kepercayaan diri lo. Masih berhubungan dengan kesiapan mental, dengan begitu lo jd lebih siap. Dan juga mendapat nilai plus dari mata mereka. 

 3. Wangi yang menarik
 Rosulla pun senang dengan wangi-wangi, apa lagi manusia biasa. Selain menambah pede, wangi pun dapat memberikan aura positif.

 4. Menurut gue, lo perlu easy going
Biasanya ortu akan lebih cerewet. Disitu lo harus jadi pendengar yang baik, jika perlu berkomentar dengan sopan.

Akhirnya gue selamat dari ketegangan itu, yang jelas banyak banget harapan dan pesan untuk kita berdua jadi yang terbaik.
Ayafluu tia

image source: google