Akhir semester 5 gue berencana ngambil KKN sebagai salah satu syarat kelulusan di unsoed. Seneng dan sedih juga sih harus mengambil kkn dengan bobot 3 sks. Periode yang tersedia di unsoed ada 2 waktu dalam setahun, yaitu pada bulan Juli-Agustus dan Januari-Februari.
Gue berencana ngambil kkn yang Juli-Agustus karena banyak temen-temen gue juga pada ngambil periode itu. Kejadiannya gue habis pulang ngegym, lalu gue mampir ke kosan Bagus mau sesuatu gitu, lupa gue. Eh ada Oti dan Tiara juga di sana. Setelah ngobrol-ngobrol, gue baru ngeh daftar kkn udah dibuka hari itu. So kita diskusi mau kkn dimana, dan terpilihlah di kecamatan Salem, kabupaten Brebes.
Gue langsung ngecek wilayahnya, sejarahnya, budayanya. Wah menurut gue sih pas nih, lokasinya di sekitar pegunungan, pasti ga panas-panas amat. Terus bahasanya pake sunda, walaupun udah masuk provinsi jawa tengah, gue masih ngerti lah. Gue membulatkan tekad bahwa ini pilihan yang tepat.
Sebelum kita diberangkatkan ke desa-desa yang sudah kerja sama dengan unsoed, mahasiswa diberikan pembekalan berupa materi yang dapat kita terapkan nantinya. Cukup menarik karena kita bisa mengimplementasikan ilmu kita. Satu hal yang bener-bener gue tunggu, yaitu saat pembagian kelompok. Kira-kira gue dapet temen-temen seperti apa yaa, seru ga yaa, haha. Sampe-sampe gue dibilang 'manja' dengan pertanyaan gue yang seperti itu.
Kelompok kkn sudah pasti dibagi rata untuk persebaran mahasiswa berdasarkan fakultasnya. Ya sudah pasti banyak banget perbedaan-perbedaannya, mulai dari cara bergaulnya, kebiasaannya, tapi itu lah menariknya. Bahkan gue pun mulai jatuh hati pada seseorang.
Mendekati hari H, kita mulai pada sibuk merancang program-program, anggaran, dan keperluan kita nanti. Semakin ga sabar gue bisa menikmati liburan berasa kkn, hidup bersama selama 35 hari. Sebaik mungkin sebelum kita berangkat teliti dan cermat apa yang harus dibawa agar tidak perlu balik lagi karena lokasinya lumayan jauh sekitar 2 jam lama perjalanan dari Purwokerto menuju Salem.
Hari keberangkatan pun tiba, Kita berencana pergi pukul 8 pagi agar tidak terlalu panas selama perjalanan. Tidak perlu heran kalau kita harus melewati jalan yang naik turun, hutan-hutan, jalan yang masih rusak karena emang tempat untuk kkn sudah pasti pelosok banget. Kudu hati-hati demi menghindari jalan yang berlubang dan belokan-belokan khas pegunungan.
Finally we arrive at our homestay for 35 days later. Rumahnya lumayan bagus dan cukup bersih. Semoga kita semua betah, sehat selalu disana, dan semoga kita berdua cocok untuk saling menjalin hubungan yang lebih serius.
Dan begitulah cerita bagaimana awal gue kkn, dan pertama kali kita berjumpa, hingga sekarang menjadi sahabat yang selalu kudoakan menjadi pendamping hidup gue. Tia.

EmoticonEmoticon